Senin, 22 Juni 2015
Kamis, 21 Mei 2015
Rabu, 20 Mei 2015
Kamis, 16 April 2015
Elegi Konferensi Pertama Para Bagawat
06.20
No comments
Kekuasaan memang demikian menggoda dan banyak orang yang tidak sanggup
untuk mengendalikannya. Alih-alih dia menjadi pengendali kekuasaan, sering kali
seorang penguasa menjadi budak kekuasaan. Kekuasaan yang sering mendorong
seseorang untuk melakukan tindakan-tindakan jahat dan kejam bukan dia lawan,
malah dia turuti karena dianggap sebagai kesempatan. Tak heran kiranya jika
kemudian tangannya menjadi tangan yang berlumuran darah dan air mata rakyatnya
yang dizhalimi. Tangannya menjadi tangan diktator yang mengubur semua aspirasi.
Nepotisme menjadi kaidah kekuasaannya, kolusi menjadi kamus pemerintahannya..
Penyimpangan menjadi menu sehari-harinya. Allah murka pada mereka, Allah marah
pada mereka.
http://powermathematics.blogspot.com/2011/03/elegi-konferensi-pertama-para-bagawat.html
http://powermathematics.blogspot.com/2011/03/elegi-konferensi-pertama-para-bagawat.html
Elegi Ritual dan Serba-serbi Unas
05.07
No comments
Ujian Nasional (UNAS) selalu menjadi momok yang
menakutkan dan menyeramkan terhadap kalangan pelajar, sehingga mereka stres dan
histeris. Tidak hanya siswa saja yang mengalami stres, namun para orangtua,
guru, dan kepala sekolah pun ikut stres memikirkan siswanya. Mengapa ? karena,
jika siswa tidak lulus UNAS maka mereka tidak dapat melanjutkan sekolah ke
jenjang yang lebih tinggi. Bahkan
hal-hal unik dan aneh pun dilakukan oleh orangtua dan anaknya, mulai dari
sungkeman ke ibu, membasuh kaki orangtua terutama ibu. Hal ini marak
dilakukan ketika menjelang UNAS, terutama di daerah dengan harapan mendapat
restu dari orangtua, agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi UNAS.
Namun ada hal yang sangat menggelitik hati, ada siswa yang membawa pensil ke
dukun, karena takut UNAS. Bayangkan, hanya untuk lulus UNAS sampai-sampai
hal yang tidak rasional pun dilakukan Klimaks dampak buruk UNAS adalah
detik-detik hasil kelulusan yang mengakibatkan hal yang sangat fatal yaitu
kematian. Banyak siswa yang stres karena merasa malu, tertekan, putus harapan,
hingga nekat gantung diri. Naudzubillah ! Hal ini tentu sangat miris bagi kita
semua, terutama bagi para praktisi dan pemerhati pendidikan. Hanya karena ingin
lulus ujian, nyawa seorang siswa harus melayang
Rabu, 15 April 2015
CONTOH PEMAHAMAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN TEORI BRUNER
06.35
2 comments
Langkah-langkah pembelajaran
A. Tahap Enaktif
1. Pada
tahap awal guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengidentifikasi contoh dan
bukan contoh bangun segitiga yang tersedia dari sekelompok bangun datar
(gunakan alat peraga).
B. Tahap Ikonik
2. Dari
bangun segitiga yang telah diidentifikasi siswa juga diharapkan dapat
memberikan contoh dan bukan contoh alas dan tinggi suatu segitiga dan kemudian
siswa diarahkan agar dapat mendefenisikan tinggi dan alas suatu segitiga.
3. Siswa
diarahkan untuk menemukan hubungan antara segitiga dan persegi panjang
(hubungan panjang dan lebar pada persegi panjang dengan alas dan tinggi pada
segitiga).
4. Dengan
cara menggunting siswa akan menemukan hubungan luas persegi panjang dan luas
segitiga.
5. Menemukan
hubungan luas segitiga dari luas persegi panjang dengan contoh bangun yang
diberikan berikut:
Berapa luas persegi panjang?
Berapa luas segitiganya?
Kesimpulan apa yang dapat diambil?
A. Tahap Simbolis
1. Guru
mengarahkan siswa untuk membuat generalisasi untuk membangun rumus luas
segitiga.
Teori belajar Bruner
yaitu melalui model belajar penemuan (Discovery learning) adalah model
pengajaran yang dikembangkan berdasarkan kepada pandangan kognitif tentang
pembelajaran dan konstruktivisme. Siswa belajar melalui keterlibatan aktif
dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, dan guru mendorong siswa untuk
mendapatkan pengalaman dengan melakukan kegiatan yang memungkinkan mereka
menemukan konsep dan prinsip untuk diri mereka sendiri. Namun demikian tidak
semua materi matematika dijenjang SD dapat diajarkan dengan menggunakan metode
penemuan, dengan demikian seorang guru harus pandai memilih dan mengkaitkan
suatu topik pembelajaran dengan metode dan teori belajar yang mendukung sehingga
pelaksanaan pembelajaran lebih optimal.
Langganan:
Postingan (Atom)











